Blue Flower

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 


COR (Carrier Operated Relay), banyak sekali versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sohib2 blogger, mulai dari yang sangat sederhana sangat hingga yang tinggkat profesional, dan cor ini biasanya dipergunakan untuk menggabungkan dua buah radio yang umumnya di buat untuk memproduksi pancar ulang.

Membuat Repeater sendiri dengan rangkaian COR yang simpel, rangkaian berikut biasa pun disebut secara modul cor (Carrier Operated Relay), siap di lakukan dengan mudah karena komponen-komponen yang dipakai banyak & mudah pada peroleh dipasaran tidak menggunakan komponen spesial seperti IC CMOS, atau IC TTL atau MC (Microcontroler) diantaranya pada modul-modul cor profesional cor repater dan agaknya saja postingan kali ini juga bagian atas banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat tapak di computer untuk menciptakan sendiri memuncrat ulang.

COS Input
Pecahan gambar sambungan diatas terjumpa ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi kalau COS dari radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian itu mungkin sanggup dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan ikatan cortersebut pula dapat dipergunakan, dengan jalan merubah status switch, bila COS atas radio penerima berlogika low maka switch diposisikan ke no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high dipastikan posisi switch dipindahkan ke no1, di dalam prinsipnya terdapat dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada ketika COS yang diterima berlogika low oleh sebab itu yang beroperasi adalah transistor PNP, dan sebaliknya jika COS yang diterima berlogika high dipastikan transistor yang bekerja adalah NPN sama halnya secara rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.

Audio Input
Pada rangkain input ini ditemui dua kelanjutan resistor yang memang berniat tidak di buat meski besar sistem tahannanya, sesuatu ini disesuaikan dengan input yang digunakan, pada tatkala artikel tersebut di posting uji coba audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver sebelum ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, peringkat RX1 di buat 1K, sedangkan uzur RX2 tidak digunakan sama sekali. jika audio in dalam hubungkan di speaker out dari radionya nilai uzur RX1 dibuat sebesar 5k6 ohm serta nilai rintangan RX2 100ohm, dan usahakan volume dari radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika suara input terlalu tinggi maka suara yang dihasilkan tak akan sempurna, dalam saat penyambungan pastikan ground terpasang beserta baik serta kabel yang dipergunakan sepantasnya mempergunakan kenur head yang baik untuk mengurangi noise audio.

Ikatan tone control disini bukanlah tone control tingkat profesional namun tone control simpel, hanya menapis suara / nada utama (treable) permulaan (bass) yang dapat lewat pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk perolehan yang serasi dengan yang diinginkan sepatutnya kalibrasi prestise tahanan VR dengan raksasa kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.
Dari penggalanan tone lebih dari juga terdapat VR atau tahanan mendorong yang berfungsi sebagai volume untuk mic in radio pemancar / Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga tanggapan yang masuk melalui beberapa tahanan & kapasitor bisa di perkuat sebelum dikirimkan ke luar ( keradio pemancar).

Kedekatan Ke Radio
Audi In sebaiknya diambil sebelum merasuk ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang bagus, namun sanggup juga mengangkat audio dari jack speaker yang terjumpa di radio, hanya saja apabila menggunakan salur ini sepantasnya volume radio jangan terlalu besar. namun COS in sebaiknya dalam cari secara baik apabila menggunakan radio yang tidak ada konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sungguh disediakan conector db9, radio motorola tersedia yang sungguh tersedia siap juga yang bukan, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya gak terlalu sulit namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan toleransi,

Sekilas jalan mencari jalur cos pada radio,
Antre frekuensi yang hendak dalam gunakan, pastikan posisi persetujuan radio di mode sahaja (normal) / menggunakan tone, seteleh ini siapkan radio ht dan samakan status frekuensinya & coba mengakui ptt di dalam radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari salur cosnya, baru coba telusuri di lingkungan kaki IC ampli/suara umumnya ada jalur audio mute jalur tersebut juga dapat dipergunakan di saat radio menerima bakat dari radio yang kedua. Akan terselip perubahan di dalam jarum mutitester pada ketika ptt dalam radio ke-2 ditekan dan dilepas, kalau di unit audio mute tidak tampak coba telusuri di unit if lazimnya disini pun ada. walaupun demikian tegangannya lebih kecil dari jalur utuk audio mute. Jika pada saat PTT dari radio lain ditekan dan lidi bergerak memanjat berarti cosnya high, serta ptt dicopot jarum kembali keawal, amat sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tarikan atau beruang ditengah serta pada ketika PTT ditekan jarum melangkah turun jadi cos nya low. di pencarian cos ini usahakan cari cos yang bermutu tegangan 5 volt.

Radio Pemancar
Untuk koneksi rangkaian ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke salur + 8Volt yang umumnya terdapat di jack untuk extramic, ataupun dapat pula menghubungkan langsun didalam radio pemancar / bisa pun dengan jalan menambahkan adaptor, pemberian modal daya atau tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan terlalu stabil, sebab kestabilan daripada tengangan saangat mempengaruhi suara yang dihasilkan, jika sediaan daya tidak baik talun yang dihasilkan bisa aja tidak tertib ada gaung atau taklimat sedikit rewel. untuk tisu audio out dari rangkaian dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, & jalur ptt dihubungkan ke ptt radio pemancar, adapun jalur ground pastikan terhubung dengan bagus, baik itu ground untuk mic serta ground chasis pesawat. http://www.graha-cctv.com/2017/11/sewa-repeater-ht-radio-komunikasi.html